I LOVE ISLAM

I LOVE ISLAM

Cara Makan Islami Menggunakan Jari Tangan

Cara Makan Islami Menggunakan Jari Tangan
Diantara sunnah Rasulullah SAW adalah makan dengan menggunakan tangan kanannya. Beliau memakan makanannya dengan tiga jari, lalu menjilati ketiga jari tersebut sebelum membersihkannya. Dan bila ada satu suap makanan terjatuh dari tangan Rasul, beliau tidak akan meninggalkan makanan tersebut, melainkan mengambilnya dari tanah, lalu membersihkannya dan memakannya.


makan, jari, tangan kanan
Hal tersebut di atas sesuai tertuang dalam sabda Rasulullah “jika satu suap makanan salah seorang diantara kalian jatuh, ambillah, lalu bersihkan kotorannya, jangan biarkan untuk setan. Jangan membersihkan tangannya dengan sapu tangan, namun jilatlah jari-jarinya karena dia tidak mengetahui bagian mana dari makanannya yang mengandung keberkahan.” (HR Muslim).

Rasulullah SAW selalu makan dengan ketiga jarinya. Setelah selesai makan, Rasulullah SAW pun akan menjilati ketiga jarinya itu. (HR Muslim)

Ketika pertama kali membayangkan cara makan dengan menggunakan tiga jari itu, mungkin kita akan merasa bahwa hal itu tidak mungkin kita lakukan apalagi jika harus menjilatnya.

Sebagian orang yang bergaya hidup mewah tidak suka menjilat jari-jarinya karena menurutnya, dia merasa jijik dengan perbuatan tersebut. Padahal jika kita telah mencobanya sekali saja, lalu kita benar-benar melakukannya dengan seksama, kita akan terkagum-kagum dan merasa bingung dengan apa yang kita lakukan.

Rasulullah selalu makan menggunakan tiga jari, karena saat itu tidak menemukan hal lain selain jari yang dapat dipastikan bersih sehingga dapat dipergunakan untuk makan. Kemudian Rasulullah menjilat jari-jari karena menurutnya kita tidak tahu di bagian mana dari makanan kita yang mengandung berkah. Dengan demikian makan dengan tiga jari dan menjilatnya merupakan upaya mengikuti sunnah Rasul dan bernilai ibadah.

Tetapi Apakah tidak boleh dengan empat atau lima jari? Sebenarnya tidak harus menggunakan tiga jari saja. Makan menggunakan lebih dari tiga jari diperbolehkan jika makanan itu mengandung kuah atau sejenisnya yang tidak mungkin dimakan dengan tiga jari.
Lalu apa hikmah dari makan menggunakan jari tangan? Imam Al-Ghazali, dalam kitab Ihya’ Ulumiddinnya, menjelaskan, “Aktifitas makan itu dapat dilihat dari 4 sisi, yaitu:
  1. makan dengan menggunakan satu jari dapat menghindarkan seseorang dari sifat marah,
  2. dengan dua jari akan menghindarkan dari sifat sombong,
  3. makan dengan tiga jari akan menghindarkan dari sifat lupa
  4. dan makan dengan menggunakan empat atau lima jari dapat menghindarkan dari sifat rakus.”
kemudian mengapa Rasulullah menggunakan tiga jari? sesungguhnya makan menggunakan tiga jari akan membuat setiap orang dapat mengukur porsi makanan yang cocok bagi dirinya.
Ia juga dapat menjadikan setiap suap yang masuk ke dalam mulut dapat dikunyah dan bercampur dengan air liur dengan baik sehingga kita tidak akan mengalami gangguan pencernaan.
Allahumma Sholli ’ala Muhammad wa ‘ala alii Muhammad.

Wahai Suami, Belajarlah Memuji Istrimu

Wahai Suami, Belajarlah Memuji Istrimu

Wahai Suami, Belajarlah Memuji Istrimu Sahabat Ummi, banyak suami yang tidak tahu jurus jitu menaklukkan hati istri. Padahal simple saja, kelemahan wanita ada pada telinganya, kalau mau memikat hatinya... Manjakan telinganya dengan kata-kata yang disukainya, salah satunya adalah yang berupa pujian!
Kadang kala suami sangat enggan memuji istri sendiri, entah karena standar suami yang terlalu tinggi, kurang pemahaman agama, atau alasan apapun, hal ini membuat istri 'kering' penghargaan.
Padahal istri bisa memberikan segalanya pada suami jika suami berhasil menaklukan hatinya. Nah, berikut ini beberapa tips jitu untuk para suami belajar memuji istri:

1. Pujilah kebaikan kecil yang istri lakukan!
Bangun tidur sudah tersedia makanan? Jangan berpikir bahwa itu adalah kewajiban istri! Anda tidak tahukan betapa banyak istri lainnya yang tidak menyiapkan makanan untuk keluarga karena saking sibuknya. Maka berterimakasih dan pujilah jika istri menyediakan sarapan pagi untuk Anda dan anak-anak di rumah.
Atau, ketika istri menyambut Anda pulang sudah dengan tampilan harum, anak-anak sudah dimandikan, jangan segan-segan memujinya sebagai istri shalihah atau istri dambaan suami, kalau Anda terlalu pelit dan perhitungan serta menganggap sepele kebaikan-kebaikan kecil yang istri lakukan. Percayalah bahwa Anda takkan pernah mendapatkan kebaikan yang lebih dahsyat dari istri.
 

2. Pentingnya keikhlasan dalam memuji
Entah mengapa, wanita peka terhadap hal tulus dan tidak tulus, apalagi jika suami sendiri yang menyampaikannya. Pujian yang tulus akan sampai ke hati istri, sebaliknya... Pujian yang tidak tulus malah akan membuatnya curiga Anda punya niat aneh terhadapnya!
Maka, pujian apapun yang Anda lontarkan untuk istri, pastikan hal itu keluar dari hati yang tulus!

3. Sekali-kali membandingkan orang lain untuk memujinya juga boleh-boleh saja
"Duh, Yang... Kamu itu gesit banget, alhamdulillah bangga banget Mas punya istri kamu, adem rasanya hati ini. Ada temen kantor Mas istrinya nggak bisa ngapa-ngapain selain habisin uang buat ke salon loh!"
Agar istri tahu betapa Anda bersyukur memilikinya, bisa juga membuat perbandingan dengan istri orang lain yang Anda kenal karakternya kurang baik. Tentu tanpa menyebutkan nama. Sehingga istri bisa lebih terpacu agar tidak melakukan keburukan yang sama dengan istri orang lain yang Anda ceritakan tersebut.

4. Puji kecantikannya
Walaupun istri tak cantik-cantik amat, tapi kalau Anda memujinya ia akan bersemangat mempercantik diri dan penampilannya. Lebih-lebih kalau sekalian diberi modal berupa pakaian rumah yang cantik, peralatan merawat wajah dan tubuh, dll.
Sahabat Ummi, moga tips ini tak hanya dibaca tapi juga dipraktekkan. In syaa Allah Anda bisa melihat hasilnya dengan mata kepala sendiri. 

Bahagiakanlah Orangtua Mu Niscaya Bahagia Menantimu

Bahagiakanlah Orangtua Mu Niscaya Bahagia Menantimu

Semua orang pasti ingin hidup mulia. Untuk meraih impian tersebut banyak jalan menuju roma. Ada jalan salah, ada jalan yang benar. Ada yang ingin kaya cepat mendatangi dukun. Ada yang pangkatnya naik dengan menyogok. Ada yang ingin masuk surga tapi melakukan ibadah yang nyeleneh. Jalan ini bukan saja tidak benar tapi juga mengundang murka Allah.



Rasulullah saw. mengajarkan kita jalan mudah untuk meraih kesuksesan dunia-akhirat yang kita impikan. Apa itu? Dengan berbakti kepada kedua orang tua. Beliau sampai menegaskan bahwa keridhaan Allah terletak pada keridhaan orang tua dan kemarahan Allah terletak pada kemarahan orang tua.

Di zaman Rasulullah saw. ada seorang pemuda dari Yaman yang bernama Uwais al-Qarni. Ia bukan pejabat, bukan orang penting pemerintahan, dan bukan pengusaha besar. Ia hanya berprofesi sebagai penggembala kambing yang miskin. Suatu ketika Rasulullah saw.memerintahkan Umar r.a. dan Ali ibn Abi Thalib r.a. agar meminta doa kepadanya. Padahal kedua sahabat ini adalah orang-orang yang dijamin surga.

"Bila kalian bertemu dengan dia, mintalah doa dan istigfarnya, dia adalah penghuni langit dan bukan penghuni bumi," begitu pesan beliau kepada dua sahabat itu. Selidik punya selidik, ternyata Uwais al-Qarni adalah seorang hamba yang sangat berbakti kepada orangtuanya. Ibunya yang sudah tua dan sakit-sakitan tetap dirawat, dilayani, dan di sayangi hingga akhir hayatnya.

Begitu besar jasa orang tua, seorang anak tidak akan mampu membalas kebaikan orang tua meski seluruh kekayaan nya di berikan kepada mereka. Ibnu Umar pernah melihat lelaki menggendong ibunya dalam thawaf. "Apakah ini sudah melunasi jasanya (padaku) wahai Ibnu Umar?" tanyanya. Beliau menjawab, "Tidak, meski hanya satu jeritan kesakitan (saat persalinan)."

Alangkah bersyukurnya jika hingga detik ini kita masih merasakan kehadiran orang tua. Artinya, kita memiliki kesempatan berharga untuk meraih impian dunia akhiratlewat keridhaan nya. Kata Rasulullah saw., "Rugi, rugi, dan rugi." Ditanyakan, "Siapakah dia, ya Rasulullah?" Beliau menjawab, "Dialah orang yang menjumpai kedua orang tuanya atau salah satunya dalam keadaan sudah berusia lanjut dan renta, namun dia tidak berbakti. Maka dia tidak masuk surga."

Kewajiban anak hanya berbakti kepada mereka dengan memenuhi haknya dan melayani dengan baik. Meski orang tua telah meninggal, bakti anak tidak otomatis berhenti. Tapi tetap mendoakannya dengan kebaikan. Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah saw. untuk bertanya, "Bagaimana cara berbuat baik kepada kedua orang tua yang sudah meninggal dunia?" Seketika pertanyaan itu di jawab oleh Rasulullah saw., "Dengan berdoan untuk mereka, menunaikan janji mereka, serta menyambung silaturahmi yang tidak bisa disambung kecuali dengan mereka berdua, serta memuliakan teman mereka."

Sukses itu mudah. Hidup mulia itu mudah. Bahagia itu mudah. Caranya juga mudah, berbaktilah kepada kedua orang tua, sayangi, doakan, penuhi kebutuhannya, layani dengan sepenuh jiwa. Jika kita mampu berbuat demikian, Rasulullah saw. menjamin impian-impian hidup pasti akan hadir di depan mata.

Tiga Amalan Sunnah Bisa Membebaskan Anda Dari Penyakit

Tiga Amalan Sunnah Bisa Membebaskan Anda Dari Penyakit

Tidak Ada perbuatan yang sia sia di dunia ini, begitu menurut sebagian pendapat banyak orang karena hampir semua orang pasti rela melakukan apa saja agar sehat dan bebas beraktivitas sepanjang waktu. Sayangnya, tidak semua orang tahu bagaimana cara menghindari ancaman penyakit. Padahal, ada tiga cara mudah, murah, bahkan bernilai pahala yang bisa menjauhkan kita dari penyakit. Mari kita simak artikel yang berjudul Tiga Amalan Sunnah Bisa Membebaskan Anda Dari Penyakit  berikut ini :


Amalan Sunnah Menyehatkan

1.    Sunnah makan

Makan menggunakan tangan lebih baik dibandingkan dengan sendok besi, kayu, plastic. Hal itu karena enzim yang terdapat pada tangan membantu makanan menjadi lebih mudah dicerna sehingga lebih sehat dan yang pasti bernilai Sunnah. Selain itu, biasakan makan dan minum sambil duduk, karena makan/minum sambil berdiri berisiko mengganggu perncernaan. Makan sambil duduk tidak hanya terlihat lebih santun dan menyehatkan, tapi juga bernilai sunnah. Meskipun sama-sama duduk, tapi usahakan duduk di lantai ketika makan karena  posisi tersebut membuat tubuh dapat membagi perut menjadi tiga, yakni : udara, makanan dan air.
Ada satu lagi yang harus diperhatikan, yakni : kebanyakan orang mengonsumsi buah setelah makan, karena dianggap sebgai pencuci mulut. Hal ini sangat tidak disarankan, karena reaksi asam membuat lambung menjadi bermasalah. Yang sehat adalah mengonsumsi buah sesaat sebelum makan, karena dapat melicinkan dan membuat saluran pencernaan lebih siap. Selain itu, amalan tersebut juga bernilai sunnah 

2.    Sunnah tidur

Tidur termasuk cara mengistirahatkan tubuh, namun tidur yang salah justru membuat tubuh sakit semua,salah satunya tidur tengkurap. Tidur tengkurep tidak hanya buruk untuk kesehatan, tapi juga disebut sebagai tidurnya setan atau penghuni neraka. Posisi yang bagus adalah miring ke kanan, karena menyehatkan organ tubuh dan pastinya bernilai Sunnah.

3.    Sunnah di kamar mandi

Sering kencing berdiri? Segera hindari dan beralih pada posisi jongkok, karena kebiasaan kencing berdiri dapat meningkatkan risiko prostat dan batu ginjal. Sedangkan kencing jongkok membuat urin bisa keluar sempurna sehingga lebih sehat daan yang pasti termasuk amalan sunnah.
Selain kencing, cara BAB juga disunnahkan untuk jongkok karena lebih bersih, kotoran bisa keluar sempurna dan menyehatkan. Berbeda dengan BAB dengan cara duduk yang meningkatkan risiko terkena penyakit ambeien atau wasir. Selain itu,BAB jongkok juga termasuk satu Amalan Sunnah.